Tabung di Saham

Berbagi Tips Mengatur Keuangan Keluarga dan Berinvestasi di Bursa Saham Indonesia

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
tesyt

Keuangan Keluarga

Dunia Saham

About Me

 BANJARMASIN — [Nama Instansi/Sanggar/Organisasi] kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal. Langkah strategis ini direalisasikan melalui [sebutkan kegiatan utama, misal: peluncuran program pelatihan tari klasik, pementasan seni, atau audiensi resmi] yang berlangsung di [Lokasi Kegiatan], pada [Hari/Tanggal].

Kegiatan yang dihadiri oleh para pegiat seni, tokoh masyarakat, serta generasi muda ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya tradisi Banjar di tengah arus modernisasi.

[Masukan 1-2 kalimat kutipan (quote) dari pimpinan atau narasumber utama di sini. Contoh: "Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi panggilan jiwa bagi kita semua untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup dan membanggakan di rumah sendiri," ujar pimpinan kegiatan.]

Dalam pelaksanaannya, rangkaian acara diisi dengan berbagai agenda menarik, mulai dari [Sebutkan agenda 1, misal: pemaparan materi/workshop], [Sebutkan agenda 2, misal: penampilan seni tradisi], hingga sesi diskusi interaktif bersama peserta. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keterlibatan aktif peserta dari berbagai kalangan usia yang hadir memadati lokasi acara.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk merawat identitas budaya daerah semakin menguat, sekaligus melahirkan bibit-bibit baru seniman muda yang siap membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas.

Narahubung Media:

  • Nama: [Nama Kontak / Humas]

  • Jabatan: [Jabatan]

  • Email / Telepon: [Nomor Kontak / WhatsApp]

Silakan berikan detail informasi spesifik (seperti nama kegiatan, waktu, lokasi, dan kutipan khusus) jika Anda ingin draf b




Kalau mendengar istilah di atas penulis jujur agak sedikit geram, pengen jawab aja, mending nikah sama uangku aja. 
haha, dilematika dalam berkeluarga memang bervariasi, permasalahan kami mungkin berbeda dengan permasalahan para pembaca sekalian, tapi satu benang merah yang bisa kita satukan adalah 2 peran yang paling penting dalam menjalankan kehidupan berkeluarga yaitu Kepala Keluarga dan Kepala Rumah Tangga.

Jadi sebelum lanjut membaca artikel ini harus dibedakan Kepala Keluarga dan Kepala Rumah Tangga. Secara singkatnya kepala keluarga biasanya suami dan kepala rumah tangga yaitu istri.

Mengutip penjelasan dari brainly.co.id "kepala keluarga merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas keseluruhan anggota keluarga yang ada, kepala keluarga berkaitan dengan segala sesuatu yang tidak hanya mengurusi hal-hal yang berbentuk fisik atau nyata melainkan juga mengatur visi dan misi keluarga untuk membentuk suatu keluarga yang baik."

Sedangkan

"Kepala rumah tangga berkaitan dengan segala sesuatu mengenai pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang bisa dilakukan oleh seseorang yang dipercaya oleh keluarga tersebut walaupun bukan anggota keluarga. Kepala rumah tangga juga bisa seorang istri"

Hal yang dikerjakan oleh kepala rumah tangga misalnya 
Mengatur pengeluaran untuk bayar tagihan telepon listrik biaya sekolah anak cicilan cicilan rumah kendaraan dan sebagainya, dan menentukan segala sesuatu hal kebutuhan mana yang diprioritaskan untuk dibeli atau masih di tumbuhan serta membuat anggaran dana alokasi kebutuhan rumah tangga secara umum.

Dari penjelasan diatas harus kita luruskan bahwa dua peran di atas menjadi sangat vital ketika yang memegang salah satunya tidak mengerti tugasnya masing-masing.

Kedua peran di atas harus dibagi sesuai proporsinya masing-masing, selama ini kebanyakan persepsi dari istri adalah kedua peran diatas yang memegang adalah istri walaupun suami tetap menjadi Kepala Keluarga secara Formal.

Di sini saya bukan bermaksud melemahkan peran istri karena saya juga sebagai suami, tetapi disini saya ingin menegaskan peran Kepala Keluarga yaitu seorang suami dalam menentukan suatu keputusan.

Diibaratkan skala besar, di suatu negara, Menteri Keuangan suatu negara tidak mungkin mengambil keputusan atau berani menganggarkan sesuatu tanpa persetujuan Presiden, sama halnya dengan Keluarga, pembagian tugas antara kedua peran tersebut yaitu kepala keluarga dan kepala rumah tangga harus betul-betul dipahami dan dimengerti masing-masing.

Kepala Rumah Tangga bagaikan Menteri Keuangan, sehingga segala sesuatu yang bersifat teknis keuangan dijalankan oleh menteri keuangan Rumah tangga, tetapi tetap sepengetahuan dan persetujuan dari Kepala Keluarga.

Sebagai Contoh saja Anggaran yang dikelola menteri keuangan rumah tangga ( istri )


ilustrasi di atas adalah ilustrasi anggaran yang dikelola oleh istri tetapi suami tetap mengontrol kesepakatan anggaran tersebut.

Di luar dari anggaran di atas baik berupa penambahan aset maupun barang-barang kebutuhan lainnya harus tetap dibicarakan bersama kepala keluarga atau suami.

Bahasa simpel nya, segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan Sekunder dan Tersier yang ingin dibeli istri harus tetap sepengetahuan dan sepersetujuan Suami. Ingat ya kebutuhan Sekunder dan Tersier, kalo kebutuhan Primer memang menjadi hak prerogatif Istri. 

Apalagi kita berada di zaman konsumsi tinggi di mana "gaya hidup mengalahkan standar hidup", mungkin akan kita bahas di lain kesempatan.

Sedikit tips untuk para laki laki yang belum menentukan pendamping hidupnya, tips nya cari istri yang bisa membedakan 3 kebutuhan diatas, Kebutuhan Primer, Sekunder, serta Tersier.

Harus diluruskan bahwa seharusnya istri itu hanya menjadi Menteri Keuangan Rumah Tangga, kepala Keluarga tetap suami.

"Rumah tangga yang indah adalah rumah tangga yang dibangun  bersama"

Keuarga 
"Keuangan Keluarga"

Data dan Gambar brainly.id dan Money Lovers



Pernah ga ngeliat PNS yang Awal bulan nya biasa biasa aja tetapi pertengahan bulan dia baru ceria, jujur di lingkungan kerja saya banyak, karena awal bulan itu Gaji, dan pertengahan bulan itu tunjangan Daerah.

Malah ada beberapa PNS di Lingkungan kerja saya yang sisa gaji nya tinggal belasan ribu rupiah, Gajinya numpang lewat aja, gimana ceritanya?? "Itulah realita Karena SK."

Persepsi kebanyakan PNS sendiri bahwa "SK memang untuk di gadai" memang sulit untuk dihapuskan, tetapi setidaknya PNS bisa memahami secara perlahan bahwa SK merupakan anggunan, diibaratkan para pekerja swasta atau pengusaha, mereka menggunakan anggunan berupa Aset bergerak maupun tidak bergerak, seperti rumah, tanah maupun kendaraan untuk melakukan Pinjaman, sedangkan SK merupakan Bentuk Anggunan sekaligus memberikan jaminan kepastian bayar akan Hutang tersebut.

Para PNS yang baru diangkat kebanyakan sangat bernafsu untuk menggadaikan SK, baik itu untuk kebutuhan maupun keinginan, sebagai contoh "ingin dilihat orang" sukses menjadi PNS dengan membeli kendaraan terbaru maupun gadget terbaru, karena merupakan pembuktian bahwa dia sudah menjadi PNS.

Misalkan saja, menurut PP No 15 tahun 2019, gaji PNS yang baru diangkat dengan Golongan 3A dengan masa kerja 0 tahun adalah di Rp 2.579.400,- gimana caranya ketika langsung diangkat bisa beli ini itu? Yaitu dengan" BerHutang".

Bukan mendiskreditkan para pekerja yang bekerja di sekitor keuangan, tetapi pekerja sektor keuangan juga setidaknya memberikan pemahaman kepada PNS terhadap pola pikir nya dalam memandang SK.

SK merupakan Surat keputusan pengangkatan pegawai negeri sipil, bukan surat sakti yang selalu bisa untuk "menyelesaikan masalah tanpa masalah", masalah yang pasti timbul ketika SK tergadai adalah pendapatan dari Gaji Berkurang.

Saya memiliki seorang teman yang membeli mobil yang terbilang mewah, tetapi dengan menggadaikan SK nya Selama" 10 Tahun." Dengan biaya potongan gaji bulanan sekitar 3 juta rupiah", jadi sisa gaji awal bulannya hanya di kisaran ratusan ribu rupiah  saja, jadi bisa kita bayangkan, selama 10 tahun dengan gaji hanya ratusan ribu (belum dihitung kenaikan gaji berkala), tentu teman saya itu hanya berharap pada Tunjangan Daerah nya, belum lagi cicilan rumah dan kartu kreditnya, WOW.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana dia mengatur keuangannya, tetapi Mungkin jika saya jadi dia, jujur, saya tidak akan sanggup.

Jika kita bermain hitung hitungan, ketika seseorang PNS Melakukan Pinjaman senilai 100 juta dengan tenor 5 tahun, dengan bunga anuitas di kisaran 11 % bisa dihitung sendiri disini Hitung Kredit, maka:





Jika kita liat tabel diatas, Total bunga di kisaran 30 juta selama 5 tahun (60 bulan), dibagi tiap bulannya :


Jika kita hitung bayar bulanan kita yg di kisaran 2.2 juta per bulan, berarti 500 ribu nya hanya untuk bayar bunga bank tiap bulannya selama 5 tahun. Coba saja buat lebih lama dari 5 tahun, kalian pasti akan tercengang dengan hasilnya.

Sekali lagi, saya disini bukan untuk mendiskreditkan Perbankan, Karen saya sendiri juga memiliki pinjaman di salah satu bank BUMN, tapi bedanya disini Saya meminjam Untuk hal yang produktif, dan tidak menggunakan SK sebagai Jaminan nya.

Hutang akan menjadi baik jika dikelola dengan baik, tetapi hutang juga akan menjadi Bumerang ketik dikelola dengan asal asalan.

Mulai dari sekarang, Alangkah baiknya persepsi PNS berhutang mulai dialihkan menjadi Menabung maupun berinvestasi, banyak cara yang bisa dilakukan baik dengan Menggunakan Reksadana, Saham, maupun Deposito, bila mau memulai coba aja klik link diatas, siapa tau cocok, atau sambil konsultasi di WhatsApp Pojok Kanan Bawah.

"Wahai PNS, mau sampai kapan SK mu menjadi Penyesak brankas Bank"

Keuarga 
"Keuangan Keluarga"

Data dan Gambar Nusabali.com 
Aplikasi Hitung Kredit






Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler

Kunjungi Podcast Kami di :

ABOUT ME

Mengatur keuangan berawal dari diri sendiri, tanyakan dulu kepada dirianda, maukan anda mengatur Keuangan? web ini hanya memberikan tips terkait pengelolaan keuangan keluarga dan beberapa rekomendasi saham yang kami berikan, karena menganalisis saham juga adalah Hobi Penulis, .

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • ACST, “Induk Baru Semangat Baru”
  • Reksadana, "Pilihan yang tepat untuk investasi masa depan".
  • Sambut 2015, "Senyum Atau Galau?"
  • Langkah Pertama
  • EKAD “Pelan yang memberikan kepastian”
  • Kok Negara Ikut Niup Gelembung?
  • ADMF "setelah dewasa berbakti kepada orang tua".
  • Bank Infrastruktur, "apakah menjadi kenyataan?"
  • Uangku, Uangku, Uangmu Uangku.
  • (tanpa judul)

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates